Mengenal HKI Dalam Usaha Fashion Muslim

HKI Dalam Usaha Fashion Muslim

  1. Merek

Undang-undang Republik Indonesia Tahun 2016 menyebutkan merek sebagai tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang

diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa. Selanjutnya disebutkan pula bahwa hak atas merek diperoleh setelah merek tersebut terdaftar.

 

Situs Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM menyebutkan fungsi merek yaitu untuk membedakan hasil produksi yang dihasilkan seseorang dengan produksi orang lain. Merek juga merupakan alat promosi sehingga mempromosikan produksinya cukup dengan menyebutkan mereknya. Merek juga merupakan jaminan mutu atas barang yang dihasilkan, dan merupakan penunjuk asal barang/jasa tersebut.

Sebelum memutuskan untuk mendaftarkan atau menggunakan merek, beberapa hal dari pasal 20 UU No. 20 Tahun 2016 menyebutkan beberapa merek tidak didaftar, jika:

  1. bertentangan dengan ideologi negara, peraturan perundang-undangan, moralitas, agama, kesusilaan, atau ketertiban umum;
  2. sama dengan, berkaitan dengan, atau hanya menyebut barang dan/ atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya;

HKI

27

  1. memuat unsur yang dapat menyesatkan masyarakat tentang asal, kualitas, jenis, ukuran, macam, tujuan penggunaan barang dan/atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya atau merupakan nama varietas tanaman yang dilindungi untuk barang dan/atau jasa yang sejenis;
  2. memuat keterangan yang tidak sesuai dengan kualitas, manfaat, atau khasiat dari barang dan/atau jasa yang diproduksi;
  3. tidak memiliki daya pembeda; dan/atau
  4. merupakan nama umum dan/atau lambang milik umum.

 

Berikut ini merupakan cara mengajukan permohonan pendaftaran merek dari sumber situs Dirjen HKI Kementerian Hukum dan HAM tersebut:

  1. Mengajukan permohonan pendaftaran dalam rangkap 4 yang diketik dalam Bahasa Indonesia dengan menggunakan formulir permohonan yang telah disediakan yang memuat:

»» Tanggal, bulan, dan tahun permohonan;

»» Nama lengkap, kewarganegaraan, dan alamat pemohon.

»» Nama lengkap dan alamat kuasa, apabila pemohon diajukan melalui kuasa

»» warna-warna apabila Merek yang dimohonkan pendaftarannya menggunakan unsur-unsur warna;

»» Nama negara dan tanggal permintaan pendaftaran Merek yang pertama kali dalam hal permohonan diajukan dengan hak prioritas.

  1. Surat permohonan pendaftaran Merek dilampiri dengan:

»» fotokopi KTP. Bagi pemohon yang berasal dari luar negeri sesuai dengan ketentuan undang-undang harus memilih tempat kedudukan di Indonesia, biasanya dipilih pada alamat kuasa hukumnya;

»» fotokopi akte pendirian badan hukum yang telah disahkan oleh notaris apabila permohonan diajukan atas nama badan hukum;

»» fotokopi peraturan pemilikan bersama apabila permohonan diajukan atas nama lebih dari satu orang (Merek kolektif);

»» surat kuasa khusus apabila permohonan pendaftaran dikuasakan;

»» tanda pembayaran biaya permohonan;

»» 20 helai etiket Merek (ukuran maksimal 9×9 cm, minimal 2×2 cm);

»» surat pernyataan bahwa Merek yang dimintakan pendaftaran adalah miliknya.

Fashion Muslim

http://www.harianfashion.com/


Comments are closed